Ribuan Belalang Kembara Meneror Sumba Timur

Belalang Kembara

Beberapa waktu yang lalu Anda mungkin masih ingat dengan kejadian wabah tomcat sejenis semut yang bisa menyebabkan luka mirip luka bakar pada kulit, dan juga wabah ulat bulu yang menyerang beberapa wilayah di Indonesia. Kini, giliran wilayah Waingapu di Nusa Tenggara Timur yang kedatangan ribuan belalang kembara dalam minggu-minggu terakhir ini dan menyebabkan gangguan pada pertanian hingga penerbangan komersial. Pemerintah Kabupaten bahkan sudah menetapkan kejadian ini sebagai status KLB atau Kejadian Luar Biasa. Para ahli pun sedang berusaha untuk mencari penyebab terjadinya fenomena ini agar bisa dilakukan berbagai upaya yang tepat untuk mengatasi serangan belalang kembara yang mengganggu kehidupan masyarakat Waingapu.

Ribuan Belalang Kembara Meneror Sumba Timur

Ribuan belalang kembara menyerbu Bandara Umbu Mehang Kunda pada hari Sabtu, 10 Juni lalu dan memenuhi sepanjang landasan pesawat. Karena landasan pesawat yang dipenuhi oleh belalang, jadwal penerbangan di bandara tersebut terpaksa tertunda untuk menunggu landasan dibersihkan. Bahkan ada pesawat yang harus berputar-putar selama beberapa saat menunggu landasan bersih. Setelah belalang berhasil disingkirkan dari landasan, ribuan belalang yang bergerak dalam kelompok besar tersebut menyerang pertanian warga dan memakan tanaman warga.

Hingga hari Kamis lalu, serbuan belalang kembara masih jadi hal yang dikhawatirkan oleh warga dan juga Pemerintah Kabupaten. Belalang mulai menyerbu hunian dan juga perkantoran di Waingapu bahkan mulai masuk ke pasar-pasar dan kebun. Pemkab telah melakukan upaya untuk membasmi hama ini dengan menggunakan pestisida namun belum bisa bekerja secara efektif. Penggunaan pestisida sebagai pembasi hama pun dinilai kurang tepat. Peneliti pertanian dan hama dari Institut Pertanian Bogor, Hermanu Triwidodo mengatakan bahwa pestisida memiliki dampak yang bahaya bagi hasil pertanian dan juga hewan ternak masyarakat Sumba Timur yang umumnya dilepas di lapangan terbuka untuk cari makan.

Belalang Kembara sebenarnya bukanlah serangga yang sulit untuk dijumpai. Penyebarannya paling luas di seluruh dunia baik di negara dengan iklim tropis maupun subtropis. Serangga ini pun biasa ditemukan di wilayah Waingapu namun tidak dalam kelompok yang besar. Berkelompoknya serangga berwarna coklat ini dalam jumlah yang besar diduga karena serangga ini sudah masuk ke fase gregarious (fase berkelompok) dank arena musuh alaminya tidak bisa bertahan di cuaca yang panas karena iklim kemarau. Menyebabkan populasi belalang kembara jadi membludak dan bergerak secara berkelompok dalam jumlah yang besar.

Kejadian yang disebut sebagai Teror Belalang Kembara ini ternyata tidak hanya terjadi di Waingapu. Beberapa negara yang menjadi tempat penyebaran belalang ini pun pernah mengalami hal serupa. Serangan belalang kembara pernah melanda Cina dalam periode waktu 1906 sampai 1956 yang terjadi setiap 9 atau 11 tahun sekali. Kebanyakan serangan ini terjadi sepanjang tahun dan muncul setelah musim panas dan musim gugur yang beriklim kering. Sejak pemerintah Cina melakukan penghijauan dan pengaturan banjir, serangan belalang ini belum pernah ada yang melaporkan lagi. Serangan serupa pernah terjadi di Palestina, Suriah, dan juga Filipina.

Untuk mencari solusi yang paling jitu untuk menghadapi wabah serangan belalang kembara ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur pada hari Rabu lalu telah menggelar rapat sehubungan dengan penetapan status fenomena ini menjadi KLB. Hingga saat ini penanggulangan serangan belalang kembara masih menggunakan pestisida karena keterbatasan biaya di tengah banyaknya ahli yang mennyarankan untuk menggunakan hujan buatan demi mengusir belalang kembara dari wilayah Sumba Timur.

About the Author

AdminGabriel
Hanya seorang penulis biasa

Be the first to comment on "Ribuan Belalang Kembara Meneror Sumba Timur"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*